Menembak Dengan Visier

Menembak Dengan Visier

Menembak Dengan Visier – Seperti yang kita ketahui bahwa dalam menggunaan visier (iron sight) pastinya tidak semudah saat menggunakan rifle scope dalam memperoleh akurasi nitik. Inilah yang menjadi alasan mengapa penggunaan rifle scope sekarang ini jauh lebih populer. Tetapi untuk visier sendiri mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

  • Ringan. Berat dari rifle scope dapat mencapai berapa ratus gram bahkan satu kilogram lebih, namun untuk berati visier ini sangat ringan yaitu dibawah satu ons.
  • Sudah termasuk dalam paket pembelian. Khusus untuk senapan springer dan multipump, piranti tersebut sudah terpasang rapat pada senapan.
  • Tahan  terhadap berbagai macam cuaca. Mungkin untuk rifle scope sekarang ini dirancang secara khusus untuk bisa mengadapi segala macam cuaca dan kelembaban. Tetapi untuk visier mulai dari awal memang sudah sangat tahan dalam menghadapi berbagai kondisi cuaca.
  • Tahan terhadap benturan. Kami merasa sangat khawatir jika membawa rifle scope dalam perjalanan, tetapi kami tidak pernah merasa khawatir akan goncangan pada visier kami.
  • Tidak membutuhkan setting parallax. Selama Anda menempatkan pipi di bagian yang sama dari popor, maka Anda harus fokus pada visier bagian depan.
  • Cepat untuk memperoleh pandangan. Pada mata muda yang masih sehat (dalam keadaan normal, atau terkoreksi baik jika ada gangguan visus selain presbiopia, daya akomodasi paling kuat adalah pada jarak 20 cm. Sementara visier bagian depan bisa berjarak sekitar 50 sampai dengan 70 cm (tergantung dari panjang laras).
  • Tidak perlu khawatir lagi dengan zero. Mungkin pernyataan seperti ini bisa dibilang tidak terlalu tepat karena memang sangat sulit sekali untuk memperoleh akurasi nitik pada sasaran yang terlalu kecil ataupun terlalu jauh dengan menggunakan open sight atau peep sight kelas sporter. Tetapi para pengguna visier dalam kegiatan berburu akan lebih mudah dalam mengatur kelurusan visier bagian depan dan belakangnya daripada bermain dengan titik zero ataupun mildot.

Macam-Macam Visier

Visier sendiri memiliki dua macam bagian, yaitu visier bagian depan dan visier bagaian belakang. Visier bagian depan bisa berupa bilah dimana jika dilihat dari sisi penembak maka memiliki bentuk kotak (square post) ataupun bundar (bead). Visier bagian depan ini ada juga yang telah diselubungi struktur silinder yang jika dilihat akan nampak seperti cincin.

Tipe ini juga biasa disebut dengan post globe. Dalam perspsektif penembak, visier bagian depan akan ditempatkan pada area penglihatan visier bagian belakang dan untuk sasaran ditempatkan pada bagian atas ujung visier depan.

Pada visier bagian belakang tersebut ada juga yang terbuka (open sight atau blade sight) karena memiliki bentuk coakan (notch) pada sebilah besi dan ada juga dalam bentuk lubang (aperture sight atau peep sight).

selengkapnya di https://www.gsasportindonesia.co.id/product/senapan-angin-pcp-predator-marauder-od-38/

Dalam pengunaan aperture sight ini mempunyai keunggulan dalam tingkat akurasinya. Ditempkan lebih dekat dengan mata (umumnya pada receiver). Tetapi dalam penggunaannya ini sangat terbatas dalam bidang tembak target sasaran dan bisa dibilang sangat tidak praktis untuk berburu sebab kecilnya lubang tersebut (peep hole) akan membuatnya sangat sulit terlihat pada cahaya yang redup atau kurang terang. Berbagai  macam perpaduan visier depan dan belakang bisa Anda lihat pada gambar berikut ini.

Beberapa open sight dan hanya satu aperture sight: A) U-notch and post, B) Patridge, C) V-notch and post, D) Express, E) U-notch and bead, F) V-notch and bead, G) trapezoid, dan H) ghost ring. Sedangkan abu-abu yang mewakili sasaran

Cara Menggunakan Visier

Saat menggunakan visier, maka kita harus meluruskan 4 obyek. Keempat obyek tersebut adalah visier belakang, visier depan, mata, dan juga sasaran. Ada tiga obyek yang sangat membingungkan mata dan otak kita sebab kita tidak dapat memfokuskan pandangan kita sendiri pada 3 jarak yang berbeda sekaligus.

Jadi sebenarnya bagaimanakah cara menggunakan visier? Dalam membidik dengan menggunakan visier secara tidak sadar ataupun sadar maka kita harus melakukan beberapa langkah dibawah ini:

  • Meluruskan mata dengan menggunakan sumbu senapan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menempatkan pandangan visier bagian depan di tengah-tengah visier bagian belakang. Dengan melakukan hal ini, maka kita akan meletakkan sumbu penglihatan kita (visual axis) sejajar serta berimpit langsung dengan sumbu panjang senapan.
  • Anda harus pastikan bahwa front post berada pada ketinggian serta keseimbangan yang sama dalam notch. Perhatikan juga pilar cahaya yang ada pada bagian samping kiri dan kanan dimana harus mempunyai besar yang sama. Jika terlalu ke kiri maka berarti ukuran pilar caha akan lebih kecil jika dibandingkan dengan yang kanan sehingga titik tumbukan (point of impact, POI) terdapat di bagian sebelah kiri titik (point of aim, POA). Hal tersebut juga berlaku sebaliknya.

Menyesuaikan POI pada Visier

Dengan menempatkan sumbu penglihatan yang sejajar dan berimpit pada sebuah sumbu panjang senapan sebenarnya tidak bisa menjamin POI akan berada tepat di bagian tengah-tengah sasaran. Hal tersebut dikarenaan lintasan peluru tidak selalu sejajar serta berimpit dengan sumbu panjang senapan.

Maka untuk fitur pengaturan pada bagian visier adjustable akan sangat bermanfaat dan mudah untuk dilakukan dalam menyamakan antara POA dengan POI. Untuk dapat menyamakan kedua titik tersebut (POA=POI) maka prinsip yang berlaku yaitu selalu menggeser visier bagian belakang ke arah yang akan dituju mimis. Hal ini bisa diterangkan sebagai berikut ini:

  • Pada sumbu horizontal (windage), jika mimis senapan jatuh terlalu kiri dari bagian titik bidik dan kita ingin segera menggeser tumbukan mimis ke bagian kanan, geser visier bagian belakang ke arah kanan. Demikian pula sebaliknya.
  • Pada sumbu vertikal (elevation), jika mimis jatu terlalu bawah dari bagian titik bidik dan kita ingin menggeser tumbkan mimis ke bagian atas, maka geser visier belakang ke bagian arah atas. Demikian pula sebaliknya.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>